Rabu, 10 Februari 2010

Mengenal Anuitas Dalam Asuransi Jiwa

Anuitas merupakan instrumen keuangan yang digunakan sebagai sumber keuangan bagi para pensiunan. Anuitas menawarkan jaminan penghasilan seumur hidup bagi pesertanya dan janda / dudanya, bahkan sampai dengan usia anak tertentu.

Anuitas memberikan pembayaran secara berkala dalam periode tertentu. Produk Anuitas pada dasarnya adalah sama dengan Asuransi Jiwa, yaitu memberikan proteksi terhadap kehilangan penghasilan. Tetapi antara Asuransi Jiwa dengan Anuitas berbeda fungsi utamanya. Bila Asuransi Jiwa memberikan proteksi atas kemungkinan kehilangan penghasilan karena meninggal dunia terlalu cepat, maka Anuitas memberikan proteksi atas kemungkinan seseorang membutuhkan penghasilan karena hidup terlalu lama. Jadi Anuitas ini dapat dijadikan alternatif bila kita takut kehilangan pendapatan selama kita menjalani masa pensiun atau hidup kita lebih panjang dari pada dana yang kita miliki.

Anuitas bisa disebut asuransi “terbalik” karena cara kerjanya yang berlawanan dengan sistem asuransi. Bila Anda membeli asuransi, Anda diharuskan untuk membayar premi dan perusahaan asuransi akan (kepastian) membayar UP (Uang Pertanggungan) pada saat Anda meninggal dunia kepada beneficiary-nya (penerima UP).
Bila Anda membeli anuitas, Anda membayar premi atau suatu nilai dan sebagai timbal baliknya Anda akan mendapatkan pendapatan setiap bulan selama Anda hidup. Dengan begitu, Anda bisa simpulkan bahwa asuransi menjaga kestabilan keuangan bila Anda meninggal terlalu dini dan anuitas menjaga Anda dari kerusakan keuangan akibat hidup terlalu lama.

sumber:

http://pojokasuransijiwa.com

http://www.sinarharapan.co.id

Coment:
Dari buku yang saya baca (Soeisno,Prinsip-prinsip Manejemen risiko asuransi):Anuitas adalah Suatu kegiatan yang tujuan'a membentuk dana, agar dapat digunakan di hari tua, pada saat seseorang sudah tidak mampu lagi mencari penghasilan.
Asuransi Jiwa adalah Asuransi yang bidang usahanya risiko keuangan sebagai akibat dari kematian orang-orang yang mempertanggungkan jiwanya. Pembayaran santunan dilakukan pada masa akhir kontrak (meskipun tidak terjadi peril) atau kepada ahli warisnya bila kematian terjadi sebelum akhir kontrak.

Kontrak Anuitas bukan kontrak asuransi jiwa,pada kenyataan'a anuitas merupakan cermin dari kontrak asuransi jiwa,mereka tampak sama tapi tepatnya berlawanan.Fungsi utama dalam kontrak Asuransi Jiwa adalah pembentukan kekayaan dengan melakukan pembayaran berkala atau sekaligus, sedangkan fungsi utama anuitas adalah pencairan kekayaan dengan cara pengeluaran berkala. Asuransi Jiwa berkepentingan dengan saat seseorang meninggal,sedangkan anuitas berkepentingan dalam lama seseorang hidup.

Selasa, 19 Januari 2010

Gempa & Tsunami Dahsyat Berpotensi Terjadi Lagi di Sumatera

Indonesia pernah mengalami gempa dan tsunami dahsyat di Aceh dan sekitarnya. Gempa dan tsunami serupa yang menewaskan banyak orang seperti peristiwa 26 Desember 2004 itu bisa terjadi lagi di Sumatera. Dan kota Padang yang baru diguncang gempa tahun lalu, sebagai garis bidiknya.

Demikian peringatan yang disampaikan tim ahli seismologi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/1/2010). Peringatan itu dituangkan dalam surat untuk jurnal Nature Geoscience.

Tim ini dipimpin oleh ilmuwan terkemuka John McCloskey, profesor di Institut Riset Sains Lingkungan Hidup di Universitas Ulster, Irlandia Utara. McCloskey terkenal sejak prediksi gempa Sumatera yang cukup akurat di tahun 2005.

Dikatakan tim itu, bahaya tersebut berasal dari dari penumpukan tekanan yang terus-menerus dalam dua abad terakhir di belahan parit Sunda (Sunda Trench), salah satu zona gempa paling mengerikan di dunia, yang berlangsung paralel ke pantai Sumatera bagian barat.

"Ancaman gempa penyebab tsunami yang dahsyat dengan skala kekuatan lebih dari 8,5 di tambalan Mentawai tidak berkurang.... Ada potensi timbulnya korban jiwa sebesar tsunami Samudera Hindia tahun 2004," demikian peringatan tersebut.

Tidak disebutkan kapan waktu kejadian tersebut. Namun dengan jelas diingatkan bahaya untuk Padang, kota dengan 850 ribu jiwa penduduk yang terletak di wilayah yang berisiko tersebut.

"Ancaman untuk peristiwa itu adalah jelas dan kebutuhan untuk aksi mendesak sangatlah tinggi," demikian peringatan para ahli seismologi tersebut.

Lebih dari 220 ribu orang tewas dalam bencana tsunami 26 Desember 2004 saat gempa berkekuatan 9,3 Skala Richter mengguncang parit Sunda bagian Utara.

Pada Maret 2005 lalu, McCloskey telah mengingatkan bahwa gempa yang terjadi pada 26 Desember 2004 tersebut telah menciptakan tekanan utama di bagian yang berdempetan dari kecacatan di sebelah Selatan. Dikatakannya, getaran di wilayah gempa dengan kekuatan 8,5 Skala Richter dengan kapasitas yang mampu menciptakan tsunami akan terjadi dan mengingatkan pemerintah setempat untuk bersiap-siap.

Prediksi McCloskey terbukti kebenarannya dalam dua minggu. Pada 28 Maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,6 Skala Richter menerjang Pulau Simeulue dan menciptakan tsunami setinggi 3 meter.

Kini tim McCloskey mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah guna menyiapkan diri terhadap risiko gempa bumi berikutnya di Padang usai gempa dahsyat di Padang pada 30 September 2009.

"Penting sekali bahwa pemerintah Indonesia dengan bantuan komunitas internasional dan organisasi-organisasi nonpemerintah, memastikan bahwa mereka menuntaskan upaya bantuan dan pembangunan tahan gempa usai gempa bumi ini, dan bekerja sama dengan rakyat Padang untuk membantu mereka menyiapkan diri untuk gempa berikutnya," pungkas mereka.

http://id.news.yahoo.com

Jumat, 15 Januari 2010

Madu asli atau madu palsu

Madu asli atau madu palsu, Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Bagaimana cara membedakannya?

Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisis madu asli sebagai berikut :

1. Cara pertama, meneteskan madu pada selembar kertas. Madu palsu akan mudah terserap kertas karena kandungan airnya tinggi.

2. Cara kedua, dengan mengocoknya. Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.

3. Cara ketiga, mencampurnya dengan telur ayam/bebek. Madu asli yang diaduk bersama telur akan membentuk gumpalan dan rasa telur berubah menjadi seperti sudah digoreng.

4. Cara keempat, dituang ke wadah berisi air. Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar
.

Madu asli atau madu palsu, Saat ini banyak sekali beredar madu palsu. Bagaimana cara membedakannya?

Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisis madu asli sebagai berikut :

1. Cara pertama, meneteskan madu pada selembar kertas. Madu palsu akan mudah terserap kertas karena kandungan airnya tinggi.

2. Cara kedua, dengan mengocoknya. Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.

3. Cara ketiga, mencampurnya dengan telur ayam/bebek. Madu asli yang diaduk bersama telur akan membentuk gumpalan dan rasa telur berubah menjadi seperti sudah digoreng.

4. Cara keempat, dituang ke wadah berisi air. Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar
.

The Day's Today